Ketua Kelompok Wanita Perjuangan Kashmir Tidak Dibebaskan

Berita Dunia Islam: Srinagar, Kashmir – Nahida Nasreen, Sekretaris Jenderal Dukhtaran-e-Millat, kelompok pejuang Kashmir yang semua anggotanya adalah wanita,  mengatakan pada Ahad 18/12, ketua kelompoknya, Aasiya Andrabi, yang seharusnya bebas menurut undang-undang, justeru dipindahkan ke Penjara Baramulla.

“Aasiya Andrabi dipindahkan dari penjara perempuan kantor polisi Rambagh ke Penjara Baramulla,” kata Nahida dalam sebuah pernyataan.

Nahida menyebut perkembangan itu suatu yang ironi, karena menurut Undang-Undang Keamanan Publik (PSA), di Kashmir, Asiya seharusnya dibebaskan.

“Asiya tidak dibebaskan dan kembali ditempatkan di balik jeruji besi,” tambah Nahida.

Kelompok Dukhtaran-e-Millat adalah kelompok yang beranggotakan semua wanita yang menganjurkan jihad untuk menegakkan hukum Islam di Kashmir dan bercita-cita mendirikan negara terpisah dari India.

Kelompok ini didirikan pada tahun 1987 dan dipimpin oleh Aasiya Andrabi, seorang tokoh “feminis Islam”.

Pada tanggal 15 Desember, Pengadilan Tinggi Jammu dan Kashmir telah membatalkan perintah penahanan Aasiya di bawah PSA. Pengadilan telah mengarahkan pihak berwenang untuk segera melepaskannya.

Asiya ditangkap pada 4 Oktober dan kini telah ditempatkan di Penjara Baramulla, Negara Bagian Jammu dan Kashmir, India. (T/P001/P2)

(MINA/BDI)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s